Sajak Pina Musti Karya Sainul Hermawan

Sajak Pina Musti

Karya : Sainul Hermawan



Kini kita tak perlu takut lagi
Menulis sajak-sajak pina musti
Sebab hidup telah pina musti
Sejak semula adanya

Mari kita baca sepenuh jiwa
Sajak-sajak sesak jiwa-jiwa pina musti
toh kita adalah rakyat pina musti
dari orang-orang yang pina berkuasa
orang-orang yang pina jelas dan pasti

Kita harus berani mengatakan
sekali pina musti tetap pina musti
pilihan dihadapan kita bukan lagi berani atau mati
tapi mungkin kita suka berani mati

Bukankah kita sudah lama
digoreng dalam wajan anomali
jadi rakyat yang kadang gosong
dan kadang tak matang
dan karena itu aku pina percaya
pada saranmu yang pina bijaksana
agar kita mengerti tak perlu berlari
atau buru-buru
karena pina musti dan anomali adalah dua badingsanak
yang melahirkan negeri ini.

Setiap hari kita lihat wajah-wajah pina musti
kain bentang di jalanan dan tentu di koran-koran
menggoda dengan gagasan-gagasan pina musti
kita pina suka dan kadang pina kecewa
begitulah adanya
setiap hari kita kunyah kepinamustian
seolah besok akan banyak perubahan
selain daun-daun yang kuncup dan berguguran

Kini hampir setiap hari kita nikmati hujan
yang lahir dari iklim pina musti
buah perkawinan kepinamustian

Pina musti ada penanaman kembali
Pina musti mengecam pembakaran lahan
Pina musti memblokir batubara
Pina musti mematungkan kata-kata
Pina musti berdemokrasi
Pina musti bicara moral keadaan
Pina musti bicara penegakan hukum
Pina musti taat atas baiman, bauntung, batuah, maju sejahtera
Pina musti apalagi

Mari kita puisikan kepinamustian kita
katakan pada Chairil bahwa sekali
berarti setelah itu pina musti
katakan pada Sandi bahwa puncak karya sastra
bukan prosa fiksi atau puisi
tapi artefak-artefak kepinamustian
katakan pada Barbary
barang siapa mengerti inti pina musti
mengertilah arti gurindam seribu satu
berterimakasihlah pada media sosial
yang membuat kepinamustian puaya panggung perayaan
katakanlah pada Arifin Noor Hasby
agar tak terlalu berharap sastrawan pinamusti
punya tanggung jawab moral
pun pada puisi pinamusti karya penyair pinamusti ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel