Kumpulan Puisi Susunan Huruf Nama Terbaik

Ingin tahu kumpulan puisi susunan huruf nama terbaik, nah kali ini jeffririanhermawan.com akan memaparkan perihal ini.

Membuat puisi dari nama sendiri itu sangat menarik dan ini adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap siswa di bangku sekolah tingkat SLTA kelas XII karena ditingkat ini dalam pelajaran bahasa Indonesia menuntut siswa dapat membuat puisi berdasarkan nama sendiri.

Nah bagaimana contohnya, berikut ini kumpulan puisi susunan huruf nama terbaik karya Jeffri Rian Hermawan.

/1/ Lelaki Tampan


Jalinan cinta kita berdua telah terikat
Untuk mendapatkan bidadari sepertimu
Memang tak mudah,
Lelaki setampan akulah yang pantas bersamamu
Inilah diriku, inilah aku apa adanya
Aku yakin jalinan cinta kita berdua
Nestapa langgengnya
Sampai kapanpun tak akan pernah putus
Ya !
Aku dan kamu dua insan yang berjodoh
Hingga maut memisahkan kita


(Disudur dari nama: Jumliansyah karya Jeffri Rian Hermawan)

/2/ Kesadaran Untuk Sang Ayah


Aku termenung dalam lamunan ku
Berbagai kesalahan-kesalahan hidup yang aku jalani
Dapat membuatku belajar dari kesalahan
Untuk merapikan jalan hidupku ke arah yang lebih baik
Rana hidup yang kujalani
Resiko-resiko hidup yang kudapat
Aku jadikan sebuah pelajaran yang bermakna
Hari demi hari telah terlewati
Makna-makna arti hidup yang kudapatkan
Adalah hal yang sangat berarti bagiku
Nasib pilu ku, ingin kurubah dengan kerja kerasku sendiri

Sesampainya aku sukses nanti
Ingin rasanya aku membahagiakan Ayah yang sudah tua
Dari dulu sudah ku memendam ini semua
Dan aku berjanji akan membuktikannya, aku berjanji
Inilah janjiku kepada ayahku yang harus ku wujudkan
Qalbu hatiku, nurani hatiku, takkan ingkar


(Disudur dari nama: Abdurrahman Siddiq karya Jeffri Rian Hermawan)

/3/ Apa Itu Cinta?


Ada hari-hari di mana aku merasa bimbang
Untuk hal cinta aku tak tahu rasanya
Larik kata-kata ku buat untuk mewakili perasaanku
Isi kesederhanaan kata-kata
Aku rangkai menjadi sebuah bahasa prosa yang lugas

Hidupku terasa hampa karena cinta
Ingin ku berlari dari semua ini tapi ku tak mampu
Dan saat kurenungi, Apa itu arti cinta ?
Aku tak mengerti,  karena aku tak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya
Ya....
Aku tak pernah tahu apa itu cinta
Namun jika ku tahu makna dari sebuah cinta
Takkan lagi ku jalani hari-hariku dengan kebimbangan
Ingin ku jalani hari-hariku dengan kebahagiaan, dengan adanya cinta di hidupku


(Disudur dari nama: Aulia Hidayanti karya Jeffri Rian Hermawan)

/4/ Rakyat Bodoh


Jangan engkau ikut campur ikut campur dalam hidupku
Engkau tak mengerti apa yang kurasakan
Fenomenalisme mereka terbatas
Fungsi kegiatan negara harus terus dilakukan, tetapi
Rakyat tak perlu tahu urusan negara
Ikrar janji ku yang dulu ku ikrarkan lupakan saja

Rakyat memang sadar
Ikrar janji ku yang telah ku ucapkan
Andai rakyat menagih janji janjiku
Namun rakyat tak menagih kawan

Herannya aku terhadap rakyat-rakyat bodoh itu
Engkau ingin sama dengan golongan rakyat bodoh itu
Rakyat-rakyat bodoh itu pengetahuannya terbatas
Memang yang selama ini memilih aku adalah rakyat
Aku tahu itu
Walaupun memang benar jasa rakyat besar juga terhadap diriku
Akan tetapi aku tak peduli tak akan pernah peduli
Nasib nasib rakyat bodoh itu


(Disudur dari nama: Jeffri Rian Hermawan karya Jeffri Rian Hermawan)

/5/ Pupus


Maya....
Usai sudah harapanku tuk mendapatkan hatimu
Harapanku telah pupus Maya
Aku telah menyerah
Mulai saat ini aku tak lagi mengejar-ngejar dirimu
Mencoba menerangi hari-harimu
Aku tak berharap lagi
Duduk merenungi diri sendiri sudah ku yakinkan semua

Ya !
Aku telah yakin
Hari-hari akan kulalui seperti sedia kala aku sendiri
Yang aku pikirkan adalah keangkuhan dirimu Maya
Aku berharap semoga kau berubah dari sifat sombong mu

Harga diri yang selama ini ku jaga
Engkau injak-injak dengan sombongmu
Rasa cintaku telah pupus
Nada-nada rinduku tak ada lagi
Aksi angkuhmu lah yang membuat diriku kecewa
Nurani ku telah mati terhadapmu
Diri ini telah muak terhadap angkuhnya dirimu
Aku berpikir cukuplah sampai disini


(Disudur dari nama: Muhammad Yahya Hernanda karya Jeffri Rian Hermawan)

/6/ Perpisahan yang tak terelakkan


Foto parasmu memang cantik Sayang
Aku kesengsem terhadap cantiknya dirimu
Hati ini terasa menggebu-gebu jika kau sudah menatap mataku
Menggebu-gebu hati ini tapi aku tak tahu mengapa
Ini sudah ku pikirkan, ya tapi memang benar aku tak tahu

Zaman-zaman kita berdua memang telah berlalu
Aku memang sudah melupakan semuanya
Kita berdua memang telah sepakat terhadap perpisahan yang tak terelakkan
Ingin rasanya aku selamanya bersama denganmu tapi itu tak mungkin


(Disudur dari nama: Fahmi Zaki karya Jeffri Rian Hermawan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel