10 Puisi Terbaik Karya Tajuddin Noor Ganie

Ingin tahu 10 Puisi Terbaik Karya Tajuddin Noor Ganie?

Namun sebelumnya, siapa itu Tajuddin Noor Ganie?

Ya ! Tajuddin Noor Ganie adalah salah satu penyair, sastrawan dan budayawan di Kalimantan Selatan yang memfokuskan tulisan sastranya pada budaya Banjar.

Seperti puisi, cerpen, esai sastra, dan tulisan lepas mengenai folklor Banjar.

Nah, yang akan jeffririanhermawan.com paparkan kali ini adalah 10 Puisi Terbaik Karya Tajuddin Noor Ganie menurut jeffririanhermawan.com

Yang disudur dalam kumpulan puisi Bulu Tangan Karya Tajuddin Noor Ganie yang diterbitkan oleh tuas media tahun 2015 dengan tebal 92 halaman.


Berikut ini 10 Puisi Terbaik Karya Tajuddin Noor Ganie.

/1/ Doa Seorang Ayah


Wahai, anak-anakku
Usiamu tergantung bakatmu
Bila bakatmu anak saleh
Usiamu akan panjang

Tapi, bila bakatmu malinkundang
Usiamu akan sependek kembang

Ayah telah berdoa anakku
Tuhan,
Cabutlah sedini mungkin roh anakku

Bila dalam tatapmu
ia bakal jadi anak durhaka
Amin

(Puisi di atas dimuat pertama kali di Rubrik Sajak Sajak SKH Media Masyarakat Banjarmasin, 25 April 1980)


/2/ Banjarmasin


Banjarmasin,
Meskipun di bulatan peta kau cuma noktah 
Menyebut namamu : baju zirahku membesar
Banjarmasin,
Engkaulah saksi gerhana tanpa benang itu
Engkaulah saksi hijrahku yang awal
Banjarmasin,
Di bulatan noktahmu yang asin
Larut seribu liuk hidupku

Banjarmasin, 14 September 1981

/3/ Kebakaran


Langit hitam tiba-tiba jingga
Dibias api menganga
Kita yang membulat di jauh jarak
Jangan jadi lelatu yang terbang
Tak hirau pada seribu isak
Meskipun jauh terpisah jarak
Fardhumu tak sebatas dongak

Banjarmasin, 13 Mei 1982

/4/ Kepada Orang Tuaku


Ayahku, ibuku
Hidupmu adalah bahu
Tempat pisah menyatu

Akan tiba masanya
Pisau cabut satu-satu
Dan engkau ayahku
Dan engkau ibuku
Kesepian menanti
Maut menjemputmu

Banjarmasin, 2005:82

/5/ Gerhana


Menjelang gerhana ada rinai gerimis
Rambutnya berembun rambutmu sedia kala
Ketika gerhana
Cahaya redup
Angin mati
Aku tengadah
Setengah gerhana kau menanti jerit
Aku mencari bisik dia tak peduli

Banjarmasin, 021282

/6/ Gelap Begitu Genap Meliputimu


Malam-malam perahuku melepas deru
Mataku dan gelap saling seteru
Merebut kedip lampu perahumu

Meskipun mataku ngilu
Matamu tak juga terbuku
Gelap begitu genap meliputimu

Malam-malam perahuku melepas deru
Mataku ngilu merebut kedip lampu diperahumu
Kita sesungai tapi terpisah buku

Tabunganen, 040582

/7/ Mengarak Batu Setumpuk-setumpuk


Di sini, jangan cari tempat mengetuk
Tak ada pintu sebelum tanah terbujuk
Bila tanah terbujuk tapi batu merajuk
Berduyunlah kesungai tanpa tepuk
Mengarak batu setumpuk-setumpuk

Lokasi Pendulangan Intan
Tambak Kariwaya, Landasan Ulin,
Banjarbaru, 030379

/8/ Renungan Perjalanan


Mestinya matahari mempermudah perjalanan kita
Tak ada gelap tak lagi gagap mencari jejak
Akh, pamrih telah melingkarkan kerepotan itu
Dan malang, kita terjebak tepat di tengah abjad
Sambil meniup puput, aku terkenang
Syaidina Ali yang meronda negeri sendiri dini hari
Betapa khusuknya perjalanan
Tanpa mencari bulu tangan

Banjarmasin, 021082

/9/ Kejauhan Jualah yang Mengubah Bayang-Bintang


Angin yang bertiup di sini
Mengingatkan aku pada buih laut
Di pantai seberang

Lamat-lamat kudengar bisik angin
Ayolah siasati perahu
Lupakan buih bisu

Sudah itu, ada yang raib di sini
Dan kini kubela diri dengan puisi
Kejauhan jualah yang
Mengubah bayang bintang

Banjarmasin, 120582

/10/ Sejak Lama Sungai-sungai Tersiksa Dijajah Bayang-bayang Melintang


Sejak lama sungai-sungai tersiksa
Dijajah bayang-bayang melintang
Segala yang melintang, meski berupa bayang
Adalah siksaan, teriak sungai berulang-ulang

Matahari mengingil mendengar keluhan sungai (ia teringat sesuatu)
Akulah yang memperjelas bayang melintang

Sejak lama sungai-sungai tersiksa
Dijajah bayang-bayang melintang
Akulah yang menyiksa sungai
Teriak matahari berulang-ulang
Aku ingin menolongmu, tapi aku
Tak bisa menangis sepanjang siang

Banjarmasin, 13 Januari 1983

Itulah 10 Puisi Terbaik Karya Tajuddin Noor Ganie.

Dari seluruh tulisan kategori puisi karya Tajuddin Noor Ganie, semua memberikan kenikmatan kepada pembaca.

Namun dipilihnya 10 Puisi Terbaik Karya Tajuddin Noor Ganie di atas, berdasarkan kedalaman makna yang sarat akan nilai-nilai kehidupan dengan mengedepankan wujud kreativitas bahasa dan keestetikaan puisi itu sendiri.

Baik, cukup sampai disini dulu pada bagian ini.

Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel