10 Puisi tentang Rindu Terbaik

Ingin tahu puisi tentang rindu terbaik? Berikut ini saya akan menguraikan 10 puisi tentang rindu terbaik karya jeffririanhermawan.com Berdasarkan apa terbaiknya? Berdasarkan kedalaman makna yang sarat akan nilai-nilai kerinduan, yang dapat membawa pembaca dalam kenikmatan sastra dalam puisi, perihal kerinduan ini. Untuk lebih mendalam, estetika puisinya dapat anda nikmati di bawah ini.




/1/

Nafsu Rindu


Meringkus kerinduan sekuat hati
kering kerontang jiwa kau tinggal
dudukku, mengawang-awang tatap wajahmu
fokus bibirmu yang merah merona.
Pun berdiri dan rebahku
mengendus-ngendus hurummu
dengan seraut wajah penuh keinginan

Terlintas ucapanmu
Menusuk ruang-ruang jiwa
Membuncah perasaan sembilu

Melodi malam ini memberikan nilai
bahwa hatiku mengandung kerinduan berarti,
memuai ingatan di kepala waktu kita dulu
di sofa rumahmu.
Mempertebal kerinduan dan mendorong ingin bertemu,
ingin memeluk,
Menggebu-gebu ingin bercumbu.

Ahh aku ingin...
Kerinduan ini, kerinduan nafsu.
Nafsu cinta dan sayang, atas nama rindu,
rindu kebutuhan biologis.

Hahaha, begitulah,
apabila sudah bertemu,
lalu keluar,
kerinduan barusan, tak lagi berarti.

/2/

Tak Perlu


Prinsipku dalam merindukanmu
yang pernah singgah di hati
tidak perlu kau tahu,
tidak perlu juga terlaksana.

Aku hanya meninggikanmu
melalui kisah merindukanmu
itu saja.
Janganlah kau salah dalam mengartikan,
bahwa untuk melunas kerinduan ini,
kita perlu bertemu

hahaha itu pantang bagiku.
Ya!
Pantang bagiku menoleh,
walau nyatanya, aku benar-benar rindu

Kembali, aku hanya rindu
tak perlu kita berjumpa,
tak perlu juga kita bersapa,
walau hanya sebentar, tak perlu.

/3/

Seharusnya


Saat aku sendiri
mengingatmu menjadi sebuah kebiasaan
Ya !
kebiasaan mengingat tentang kita dulu

Memang, kita dulu semu tak berarti bagimu
Namun bagiku, kita dulu adalah kenangan yang harus dihargai.
Sampai kapan pun, aku tak akan pernah membakar kenangan bersamamu.

Dengan gagah, kuberanikan diri tuk mengatakan
bahwa malam ini, aku merindukanmu.
Iya, aku tahu!
tidak mudah menembus aksara kerinduan ini
sebab sekarang di jari manismu
Terlingkar cincin
yang membuktikan bahwa kau telah bersanding dengan yang lain.

Seharusnya, aku tak perlu merindukanmu
namun aku, tak bisa pergi dari bayanganmu
yang kini menghancurkan hidupku
Kau, yang pernah gagal aku cintai
Percayalah, aku merindukanmu

Melalui prasasti ini,
semoga dapat menghapus rasa benci
yang bersarang di hatimu.

/4/ 

Kerinduan Seorang Istri Tentara


Menahan kencing memang tidak enak
sama halnya menahan rindu yang membuncah di dalam palung hati
sungguh memporakporandakan hari-hariku
musim berganti aku masih tetap harus menahan segala kerinduan

Tuhan pertemukanlah kami
Betapa berartinya jika kami bertemu
rindu ini semakin dalam Tuhan
menjadikanku mimpinya setiap malam

Nasib menjadi istri tentara,
harus kuat, tak boleh kehilangan sabar,
sebab disana, ia berjuang demi NKRI.

Melawan sepi hati adalah hakikat seorang istri tentara,
yang pekerjaan hari-harinya
hanyalah menggiati kerinduan yang tak bisa diatur.

Menunggunya, hanyalah menulis puisi kerinduan.
Puisi yang ceritakan tentang kerinduanku,
tentang kerinduan yang dia berikan.

/5/ 

Rasakan


Apa arti kerinduan bagimu
Kalau dahulu, kau menancapkan luka
yang rasa sakitnya abadi hingga kini
dan sekarang bergaya menanti

Apa? Kamu bilang apa?
Kamu menantiku?
Hahaha
Menanti menanti,
Rasaku terhadapmu telah mati
Bagaimanapun caramu menyirami,
dengan air muka bagaimanapun
tak akan dapat membuat hijau hatiku.

Sudahlah, aku sudah muak
dengan cahaya palsu yang kau beri
kau hanya bermain dengan hatimu.

Ini yang terakhir,
Simpan omong kosong kerinduan
yang baru saja kau perankan.
Kau tidak bernilai apa-apa lagi,
biarlah penyesalan rasa bersalahmu
terus bertahta menghukummu.

/6/

Mau Bagaimana Lagi


Terukir wajahmu dalam kerinduanku
teriring penyesalan yang membuat perih,
kelembutan kalbu.

Kesalahan yang kuperbuat,
menjauh darimu,
membentukku,
menerima keputusanmu menikahinya
sekarang, memapah kerinduan yang tak berarti.

Teriring doa kerinduan dariku
namun disana, kau tetaplah benderang
dalam setiap yang kau tempuh
walau dalam kerinduan yang bersimpuh
teringat wajahmu disetiap langkah
menjadikanku rapuh saat mengingatmu.
Mau bagaimana lagi
Rindu tak bisa diatur
dan kau sudah dipinang pria lain.

/7/

Pergimu Mencekikku


Muramku adalah diorama kerinduan
yang menciptakan sekat-sekat lara,
melahirkan tangis yang meluluhlantakkan
kelembutan hati dan menjadikanku jera

Memang, kau tidak berpikir,
pergimu, itu yang terbaik bagimu, "menurutmu"
namun dalam pergimu,
kau telah sengaja, meruncingkan kerinduan di nadiku
menanamkan linang kesepian, meratapi janji cintamu

Habis pikir,
Apa penyebab kau meninggalkanku?
kau pergi begitu saja,
menganggap aku tak ada,
lalu mengurungku dengan sejuta kerinduan,
yang terus saja mencekikku
merusak langkahku dengan segala kerisauan
yang kau beri, dengan begitu terstruktur,
sistematis,
dan masif.

Kau itu berarti untukku,
satu persatu, kenangan hadir disetiap sudut jalan

Ahh, aku ingin bertemu denganmu,
menanyakan semuanya,
agar segera siuman dari rasa sakit
tak tahan, harus memeluk beling dalam detik.

/8/

Harummu


Gagal bertemu denganmu malam ini
berarti gagal mencium harum manismu
Padahal aku lagi rindu-rindunya

Kau telah lekatkan harummu dalam inginku
memuaskan hasrat sepulang lembur
dengan ambu yang kau tawarkan

Harummu tak tergantikan dalam relungku
sebab kau adalah orang yang paling lihai melemahkanku
baru saja aku berbicara pada diriku sendiri
perihal harummu
tiba-tiba di atas kasurku
sudah kau siapkan dunia kerinduan

Ahh, langsung saja, melepas rindu


/9/

Biarlah Kubertahan Disini


Sebisa mungkin, aksara yang kau ukir di hatiku
akan aku jaga sampai matiku
tak apa, orang-orang menganggapku goblok
sebab terlalu mencintaimu.

Biarlah kubertahan disini dengan hatiku
walau rindu kadang-kadang datang menyakiti,
menampar kesadaran bahwa kau bukan lagi milikku.

Mengenang lukisan aksaramu
mampu meredam rindu yang berjalan
dalam retorika hidupku.

/10/

Duka untuk Masa Depanmu


Perbedaan kita perihal pandangan hidup
memeluk deras curah sikap egomu
yang sebenarnya duka untuk masa depanmu
kusadari tak semestinya seperti ini
namun, kau yang memilih
dengan segala keegoanmu
agar cinta luar biasa yang telah terjalin
segera disudahi
dan kau juga mengatakan
bahwa tak ada kerinduan setelah perceraian ini
kuterima segala keangkuhanmu,
dan kupastikan bahwa aku tak akan merindukanmu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel