10 Puisi Cinta Terbaru dan Terbaik

Ingin tahu 10 puisi tentang cinta yang terbaru dan terbaik karya Jeffri Rian Hermawan? Berikut ini jeffririanhermawan.com akan memaparkan berbagai kisah cinta dalam gubahan puisi yang sarat akan nilai-nilai makna cinta di dalamnya.

Mencintai karena cinta mendorong rasa ingin mengungkapkan perasaan itu kepada seseorang yang kita cintai, dengan berbagai macam cara. Salah satunya dapat kamu ungkapkan melalui puisi, sebab puisi merupakan gelora perasaan yang bersifat imajinatif sebagai media ekspresi. Oleh karena itu, melalui keindahan kata pada bahasa dalam 10 puisi tentang cinta yang terbaru dan terbaik ini, dapat kamu berikan sebagai hadiah kepada pasangan disaat hari istimewa nanti atau hanya sekedar mengungkapkan rasa yang mewakili hatimu sekarang.


/1/

Kesebentaran Berarti



Kusambangi kau dengan sejuta karung pupuk kerinduan
Memikirkanmu bukan tanpa alasan,
aku memikirkanmu sebab kerinduan
yang bersarang dalam palung hati
dan denyut nadiku.

Rindu karena cinta
Cinta karena cinta

Ya!
Kesebentaran dalam ruang bersama
menanamkan cinta yang menggiati
semua perihal tentangmu

Ya!
Aku jatuh cinta dalam kesebentaran
Rinduku pun dalam kesebentaran
dalam temu ruang yang saling menoleh
dalam tatap bermata harap
dalam linang memilikimu
dalam tapak pertemuan
dalam garis kesebentaran

/2/

Aksara dan Prasasti



Cinta memporakporandakan hari-hariku
aku mencoba berkelana sejauh-jauhnya
agar terlepas dari segala rasa ingin mendekatimu
dalam cinta yang menitik di hatiku.

Namun, petualanganku tak mampu melebur
macet ingatan semua tentangmu.
Sebab cintaku padamu
telah lama duduk dalam singgasana hatiku.
Ya!
remuk hati ini dan tak akan bisa ditanggulangi
setelah kau tumbangkan segala aksara dan prasati cintaku
yang telah tertanam sejak dulu dikedalaman palung hatimu

/3/

Bersama



Bersyukur dalam mudahnya mencintaimu
Terimakasih untuk semesta
telah mengirimmu untukku
bersama menyingsing kesendirian
mengganti tirai lunglai yang bermata lara

Selanjutnya, kita akan menapaki arah langkah kehidupan
dengan penuh cinta.
Cinta yang menerjang keputusasaan
yang telah bergantung dalam daftar tujuan hidup
yakin kita dapat meruntuhkan segala keputusasaan itu
dan merobek segala kesusahan setelah ini.

/4/

Dahayumu Anindita Hayati



Aku mencintaimu Hayati
Jika kau tanya kenapa?
Sebagai lelaki yang gagah
Aku dapat menjawab dengan jujur
Aku mencintai karena dahayumu
yang begitu anindita

Ya!
Aku mencintaimu
Bukan karena akhlakmu
Bukan karena kelembutan kalbumu
dan bukan karena hartamu
tetapi cintaku benar utuh karena dahayumu
yang begitu anindita, bagiku

Bersyukur karena semesta mengirim anila yang menggiring aksaku
untuk melototi dahayumu yang begitu anindita.
Berawal dari aksaku melototimu itulah
kemudian mengguncang kalbuku
melahirkan gelora cintaku,
padamu Hayati.

/5/

Maafkan Aku Hayati


Cintaku padamu, telah lama bersemayam dalam kalbuku
kini cinta itu,
cinta itu,
cinta itu kini gata, maaf aku harus jujur Hayati.
Kuberi satu alasan pelan-pelan,
dan ini akan sakit bagimu,
dan berat bagiku harus jujur.

Aku mencintaimu karena nafsu akan dahayumu
dan semuanya sudah kudapatkan,
dari ujung rambutmu hingga ujung kakimu,
sudah kurasakan, dan itu nikmat bermuhib
yang kau berikan.
Terimakasih untuk itu Hayati,
dan kini aku sudah bosan,
mencicipi rasa yang kau beri,
aku ingin mencari rasa yang lain.

Janganlah kau bantah alasanku,
karena cintaku gata padamu,
maaf Hayati,
memang aku bangsat dan brengsek
kudoakan, semoga retorika hidupmu setelah ini,
menemukan lelaki yang benar-benar jujur mencintaimu
karena hatimu, bukan karena nafsu akan dahayumu.

Tapi aku tidak sepenuhnya salah Hayati,
aku sudah bilang empat tahun lalu
ketika kau bertanya, alasan aku mencintaimu
aku bilang, aku mencintai karena dahayumu
yang begitu anindita
Bukan karena akhlakmu
Bukan karena kelembutan kalbumu
dan bukan karena hartamu
tetapi cintaku benar utuh karena dahayumu
yang begitu anindita,
dan setelah empat tahun tubuh dahayumu sudah aku rasakan
maka cintaku gata begitu saja Hayati.

Sekali lagi maaf Hayati, aku harus pergi.

/6/

Lihat Saja



Demam di hati dalam mencintaimu
Akibat deras perselingkuhan yang kau sembunyikan
Memporakporandakan hari-hariku
Menarikan rinai air mataku

Padahal dahulu kau begitu lengket denganku
begitu setia denganku, aku tahu dan kuyakini itu
namun sekarang, saat gelimang hartaku terbang
ditiup anila menari ke atas nabastala,
kau mulai belajar menanak perselingkuhan
menyulam dusta dan kepalsuan
pada bahasa-bahasa yang terucap

Bangsatnya kau, lihai berdrama
murkaku, sanggup menenggelamkanmu pada kedalaman yang paling dalam
lihat saja, ambisi liarku

siapa suruh memberi demam pada kalbuku
dengan khianat mu


Martapura, 5 Juli 2019 Pukul 22:52 WITA

/7/

Ingin Segera



Menanak cinta dalam garis kesucian
di ujung malam aku masih menyulam harapan
bersama lagu kemayu yang kunarikan
meneguk tujuan kejenjang pernikahan

yakin usang rasa akan ditelan kenang
pada rasa yang bergantung
di laut dada yang merentang
membuncah ingin segera mempersunting

Ketidaksabaran memeluk atmamu
hingga di ujung malam mengarungi liangmu
nikmat bermuhib dalam selimut ambumu
dalam kehalalan kuperjuangkan harsamu

Percayalah dayitaku, jangan ragukan keseriusanku


Martapura, 5 Juli 2019 Pukul 22:46 WITA

/8/

Tunggu Aku Dayitaku



Dayitaku aku makin ngerti keadaanmu
cintaku suatu hari akan memberi keharsaan
yang berarti, untukmu
percayalah dayitaku

doakan saja aku dalam tunggumu
doakan aku disini dalam rantauku
mengumpulkan harta agar segera meminangmu
dalam berhasilku adalah kenyamanan bagimu
aku berjanji
kita akan beli ratusan hektar sawah paman Birin
akan kita tanami padi paling terbaik di Jawa
menggelar pondopo, menjajakan lauk pauk
dan segala sayuran segar
jika berlebihan aku akan menggantung daging sapi
barangkali ada yang beli

bersamaku kau tidak akan melarat
tunggu aku mengumpulkan harta
tetap teguhkan cintamu dalam tunggumu
janji cintaku segera meminangmu

/9/

Anila



anila dalam kipas yang berputar menyemprotkan ambu cinta
pada tatap dalam aksaku dan aksamu
di ruang kerja ini

aku memang pegawai baru
tapi apakah tidak boleh menaruh hati padamu
yang belum dimiliki siapa-siapa
jujur,
dalam saling tatap sepersekian detik itu
antara aksaku dan aksamu,
atmaku sudah memeluk atmamu pelan-pelan
berharap suatu hari, atmaku menjadi dayita atmamu

/10/

Menolehlah



semenjak aksa kita saling tatap
lahir perasaan mencintaimu

mengalirkan rasa sayang di nadi
namun kau, tak menoleh

meracik gaya, harum, dan langkahku
agar kau menoleh

sudah...
tetap saja kau tak menoleh

berjuang lagi...
kubaca puisi cinta di tengah semestamu
tetap saja kau tak menoleh

O, mengapa Siti
memberi duka yang berlebihan
pada rasa harap yang menaruh padamu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel