Ruang Lingkup Linguistik Umum

Ingin tahu ruang lingkup linguistik umum? Nah, di bawah ini adalah ruang lingkup dalam ilmu mata kuliah Linguistik Umum, silakan disimak.

1. Jelaskan perbedaan linguistik sinkronik dan linguistik diakronik beserta contohnya!

Linguistik Sinkronik adalah ilmu kebahasaan yang menitik beratkan terhadap struktur (karakter) nya pada masa tertentu, bersifat horizontal, sistematis dan mengurusi hubungan-hubungan logis dan psikologis yang menghubungkan unsur-unsur yang hadir bersama dan membentuk sistem, seperti dilihat dalam kesadaran kolektif yang sama.

Linguistik Diakronik merupakan subdisiplin Linguistik yang mengkaji sejarah atau evolusi bahasa (historis atau komparatif) seiring berlalunya masa bersifat vertikal, tidak memiliki sistematis yang tinggi dan tidak mrngubah sistem serta menelaah hubungan-hubungan di antara unsur-unsur yang berturutan dan tidak dilihat oleh kesadaran kolektif  yang sama dan yang satu menggantikan yang lain tanpa membentuk sistem diantara mereka.

Contoh Linguistik Sinkronik:

Penelaahan bahasa Sunda pada masa kerajaan hindu budha.
Mengkaji penggunaan bahasa Melayu pada masa penjajahan.
Menyelidiki bahasa Indonesia pasca sumpah pemuda.
Mengkaji bahasa Indonesia prakemerdekaan.
Menyelidiki bahasa Jawa pada masa penjajahan Belanda.

Contoh Linguistik Diakronik:

Perkembangan bahasa melayu pada awal adanya hingga sekarang.
Perkembangan bahasa sansekerta dari awal kemunculannya hingga kepunahannnya.
Perkembangan bahasa Indonesia, dari awal di bentuk hingga sekarang.


2. Jelaskan mengenai parole, languange, dan langue!

Parole merupakan bagian dari bahasa yang sepenuhnya individual. Parole dapat dipandang, pertama-tama sebagai kombinasi yang memungkinkan subjek (penutur) sanggup menggunakan kode bahasa untuk mengungkapkan pikiran pribadinya.

Languange merupakan objek yang paling abstrak karena dia berwujud sistem bahasa secara universal.

Langue merupakan cabang linguistik yang menaruh perhatian pada tanda-tanda (sign) bahasa atau ada pula yang menyebutnya sebagai kode-kode (Code) bahasa. Jadi,langue menurut saya merupakan bahasa tertentu yang jarang digunakan.

3. Jelaskan mengenai kajian fonetik dan fonemik!

Mengenai kajian FONETIK berarti ilmu yang mempelajari produksi bunyi bahasa. Artinya, bunyi bahasa dianggap sama kedudukannya dengan bunyi, yaitu sebuah gejala fisika yang dapat diamati proses produksinya.

Mengenai kajian FONEMIK sendiri berarti ilmu yang mempelajari fungsi bunyi bahasa sebagai pembeda makna pada setiap kata atau kalimat yang diucapkan manusia itu berupa runtutan bunyi bahasa.

4. Sebutkan klasifikasi morfem beserta penjelasannya?

  1. Morfem bebas dan morfem terkait yang dimaksud Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Misal: pulang, malam, rumah, bagus dan Morfem terkait adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan.
  2. Morfem utuh dan morfem terbagi. Morfem utuh berarti morfem yang terdiri dari satu kesatuan. Misal: meja, kursi, pulpen, laut dan Morfem terbagi adalah yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah.
  3. Morfem sugmental dan morfem suprasugmental. Morfem sugmental berarti morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem sugmental seperti lihat, lah, sikat dan ber dan Morfem suprasugmental berarti morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasugmental seperti tekanan nada, durasi dan sebagainya.
  4. Morfem bermakna leksikal dan tidak bermakna leksikal. Morfem bermakna leksikal berarti morfem-morfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. Morfem tidak bermakna leksikal berarti gabungan dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi, morfem afiks.
  5. Morfem beralomorf zaro berarti morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi sugmental maupun berupa prosodi (unsur suprasugmental).
  6. Morfem dasar, bentuk dasar, pangkal (stem) dan akar (root) empat istilah yang biasa digunakan dalam istilah morfologi. Morfem dasar sebuah bentuk dasar atau (base). Bentuk dasar gabungan morfem. Pangkal (stem) digunakan untuk menyebut bentuk dasar dalam proses intlektif. Akar (root) untuk menyebut bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih jauh lagi. 

 

5. Jelaskan mengenai makna leksikal, kontekstual, dan gramatikal disertai contohnya!

Makna leksikal yaitu makna yang berkaitan dengan kata, atau kosakata. Dengan demikian, secara ringkas dapat dikatakan bahwa, makna leksikal adalah suatu kata yang terdapat dalam kata yang berdiri sendiri.

Misalnya: Korban dalam binatang mamalia bertanduk yang memakan rumput.

Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks.

Contohnya: Rambut dikepala nenek belum ada yang putih. Makna konteks bisa bertepatan dengan situasinya, yakni tempat, waktu dan lingkungan penggunaan bahasa itu sendiri.

Makna gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya kata dalam kalimat, makna yang hadir akibat adanya proses generatika afiksasi, redulikasi, dan komposisi.

Contohnya: makna soto ayam dan soto madura merupakan komposisi yang berbeda walaupun sama-sama menggunakan kata soto karena soto ayam menyatakan bahan dasar sedangkan soto madura menyatakan asal tempat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel