Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)

1. IDENTITAS NASIONAL

Identitas Nasional adalah ciri khas yang dimiliki suatu bangsa. Setiap bangsa memiliki ciri khas sendiri-sendiri, sebagaimana manusia memiliki ciri khas masing-masing. Bangsa Indonesia memiliki identitas/ciri khas yang berbeda dengan bangsa lain. Kepribadian bangsa merupakan salah satu ciri khas (Pancasila sebagai kepribadian Pancasila). Identitas bangsa erat kaitannya dengan terjadinya suatu bangsa.Unsur-unsur Identitas Nasional:
  1. Suku Bangsa: golongan sosial (askriptif : asal lahir), golongan, umur.
  2. Agama: sistem keyakinan dan kepercayaan.
  3. Kebudayaan: pengetahuan manusia sebagai pedoman nilai,moral, dassein , dassollen,dalam kehidupan aktual.
  4. Bahasa: Bahasa Melayu-penghubung (lingua franca).


Nasionalisme Indonesia. Ditandai lahirnya: Hasil Politik Etis (abad 19-20). Tumbuhnya Paham Nasionalisme. Budi Utomo 1908. Indische Partij 1912, Volksraad 1917. Sumpah Pemuda 1928. Proklamasi 1945.

Tujunan konsep Nasionalisme: Negara Bangsa. Warga Negara. Dasar Negara Pancasila.

Karakteristik  Identitas Nasional (Indonesia):

  1. Memiliki Kepribadian khas ( Pancasila sbg Kepribadaian bangsa ).
  2. Memiliki UUD 1945
  3. Berbhineka tunggal Ika
  4. Memiliki wawasan nusantara
  5. Pendudukanya beragama (Islam terbesar)
  6. Bangsa yang demokratis
  7. Negara kepulauan

2. PENGERTIAN BANGSA (nation)

Hans Kohn dalam buku tentang bangsa menyatakan bahwa “bangsa timbul karena memiliki pengalaman sejarah yang sama, dan memiliki nasib yang sama yang timbul karena keinginan untuk menjadi satu.

Otto Van Bauer menyatakan bahwa bangsa timbul karena memiliki karakter yang sama.

Bung Karno dengan teori Geopolitiknya mengatakan , bangsa timbul karena memiliki perasaan senasib yang ingin bersatu, memiliki karakter yang sama dan mendiami suatu wilayah serta memiliki kekuasaan tertentu pula.

Proses Berbangsa secara umum:

  1. Bangsa tidak terjadi tiba-tiba.
  2. Tiap bangsa mengalami sejarah yang berbeda dengan bangsa lain sesuai ciri khas setiap bangsa.
  3. Perjuangan bangsa ada yang melalui evolusi dan revolusi.
  4. Ada bangsa yang kemerdekaannya dihadiahi oleh bangsa lain.
  5. Proses Berbangsa dan Bernegara :

Diawali dengan sekelompok manusia yang ada didalamnya merasakan sebagai bagian dari bangsa. Terbentuknya negara sebagai organisasi kekuasaan, mewadahi bangsa dan dirasakan oleh bangsa, yang menimbulkan kesadaran untuk tetap tegak dan utuh nya negara melalui upaya Bela Negara. Proses berbangsa dan bernegara tak dapat dipisahkan.

 

Ciri umum bangsa, berdasarkan konsep bangsa:

  1. Bersamaan asal keturunan
  2. Bersamaan adat, bahasa, sejarah
  3. Pernyataan diri sebagai bangsa
  4. Mendiami wilayah/geografi tertentu dan terbentuk melalui suatu proses sejarah panjang

3. MONODUALISTIK

Paham monodualistik paham yang menganggap hakekat sesuatu, merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan. Manusia terdiri pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, esksistensi manusia  akan punah. Pria dan wanita dua unsur yang terikat menjadi satu kesatuan.

Contoh: Manusia terdiri 2 unsur (jasmani dan  rohani) keduanya diakui adanya, tidak berdiri sendiri adalah satu kesatuan. Manusia yang utuh adalah manusia persatuan antara jasmani dan rohani yang tidak terpisahkan yang penting bukan unsurnya tetapi keseluruhan atau totalitas manusia, ini yang utama.

 

Paham monodualistik memandang manusia:

  1. Makhluk ciptaan Tuhan yang mengadakan hubungan serasi antara pencipta dan ciptaanya.
  2. Manusia terdiri 2 unsur jasmani dan rohani yang merupakan kesatuan tak terpishkan dimana masing-masing unsur memiliki dharma bakti nya sendiri-sendiri.
  3. Manusia mengalami hidup duniawi dan akhirat, tak terpisahkan  merupakan suatu rangkaian kebulatan yang bersendi pada hukum-hukum sendiri.

 

4. MONO PLURALISTIK

Paham Mono Pluralistik paham ini mengakui bahwa: bangsa Indonesia terdiri dari berbagai unsur yang beranekaragam, adanya suku bangsa yang beranekaragam (adat dan kebudayaan,agama). Bhinneka Tunggal Ika cerminan paham ini, yang berkembang menjadi wawasan, cara pandang disebut wawasan nusantara dan pandangan itu didasarkan atas kenyataan bahwa ciptaan TYME berlangsung dalam situasi 3S. Bila terjadi ini akibat ulah manusia. Alam semesta tersusun dalam suatu ekosistem yang menggambarkan 3S.


5. PAHAM INTEGRALISTIK INDONESIA (Soepomo)

Pikiran ini memandang negara tidak menjamin kepentingan seseorang tetapi menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya sebagai persatuan Negara, suatu masyarakat integral untuk segalal golongan, bagian, anggotanya berhubungan erat sama lain dan merupakan persamaan masyarakat yang organis.

Ciri-ciri Tata Nilai Integralistik. Bagian/golongan  yang terlibat berhubungan erat dan merupakan kesatuan organik. Tidak terjadi situasi yang memihak pada golongan yang kuat atau penting. Tidak memberi tempat bagi individualisme, liberalisme, dan totaliterisme. Diutamakan keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan keseluruhan (bangsa dan negara).

 

6. Pendekatan Sejarah proses terjadinya bangsa Indonesia

Masa berdirinya kerajaan di Indonesia sebelum 1908 yang disebut masa gerakan. Masa pergerakan Indonesia 1908- 1928. Masa 1928 hingga masa menjelang Indonesia merdeka. Masa persiapan terbentuknya negara hingga 1945. Dan Masa 1945 (Proklamasi) hingga pengakuan Indonesia Merdeka sebagai bangsa yang berdaulat 1950.

 

7. POLITIK DAN STRATEGI

Apa politik? Politik asal kata “polis” : kota  dan  “policy” : kebijakan. Politik yaitu kebijakan diambil dalam pemerintah kota dengan maksud mengatur pemerintahan kota. Politik adalah suatu usaha atau kebijakan yang ditempuh untuk melakukan suatu perubahan dalam kehidupan masyarakat agar dalam setiap kehidupan bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh orang yang memiliki kekuasaan.

Strategi ada kaitannya dengan perang yaitu siasat dalam “perang”, strategi bisa berarti siasat.

Arti lain Strategi : Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu di perang dan damai atau rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

Hubungan Politik, Strategi dan Sistem Konstitusional:

Politik kebijakan (termuat dalam Konstitusi) dan Strategi cara mencapai kebijakan yang telah ditetapkan oleh Konstitusi. Jadi ada hubungan atara ketiganya yaitu bagaimana cara (strategi) mencapai kebijakan (politik) yang ditetapkan/digariskan oleh konstitusi yang dibuat dan disepakati rakyat dalam mencapai tujuan bersama (kedaulatan rakyat). Konstitusi aturan dasarnya yg berisi kebijakan-kebijakan yg harus dicapai. Strategi adalah cara mencapai kebijakan yang ditetapkan  dalam kontitusi.

 

8. SISTEM KONSTITUSI

Sistem Konstitusi memiliki arti undang-undang suatu negara segala ketentuan dan aturan ketatanegaraan suatu negara (undang-undang dasar). Konstitusional adalah hal-hal yang bersangkutan sesuai  dengan atau diatur oleh konstitusi suatu negara. Sistem konstitusional adalah sesuatu kebulatan kegiatan yg terorganisir yg berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga negara diatur agar kegiatannya  bejalan harmoni sesuai fungsi dan tugasnya sebagaimna diatur dalam UUD/konstitusi .

 

Ciri-ciri Sistem Konstitusi Indonesia:

  1. Kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat, dilakukan menurut UUD
  2. Anggota MPR dipilih melalui Pemilu
  3. Kekuasaan pemerintahan menurut UUD
  4. Tidak ada diskriminasi politik
  5. HAM diatur dlm konstitusi.
Apa yang diatur dalam konstitusi? Dasar dan tujuan Negara. Bentuk negara dan sistem pemerintahan. Lembaga negara hak dan fungsinnya. Hubungan antar lembaga negara. Hubungan antar lembaga negara dan warga negara. Hak dan kewajiban warganegara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara. Sistem/Sruktur ketatanegaraan.

 

9. MEKANISME KEPEMIMPINAN NASIONAL 5 TAHUN


Pemilu diadakan 5 tahun sekali sebagai amanat UUD 1945 sesuai UU.

Pemilihan anggota MPR/DP/Presiden /Wapres, secara langsung.

MPR/DPR dipilih untuk 5 tahun sekali.

Presiden dipilih rakyat untuk 5 tahun sekali, dapat dipilih dua kali.

Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dalam satu paket.

 

10. DEMOKRASI INDONESIA

Demokrasi berasal dari demos dan kratein. Demos: Rakyat dan Kratein: kekuatan/kekuasaan. Demokrasi artinya rakyat berkuasa, kekuasaan ada pada rakyat, pemerintahan dari rakyat.
Demokrasi dalam Pandangan Abraham Lincoln yaitu “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”. Dalam arti terminologi, demokrasi “(bentuk atau sistem) pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya”.

Prinsip Negara Demokrasi. Amin Rais pun menyumbangkan ideologinya mengenai Demokrasi negara, Amin Rais mengatakan, "Adanya partisipasi dalam membuat hukum. Persamaan kedudukan di depan hukum. Distribusi pendapatan secara adil. Kesempatan memperoleh pendidikan. Kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan pers, kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama. Kesediaan dan keterbukaan informasi."

Lima macam krisis dapat mematikan demokrasi (Soekarno). Krisis politik membuat orang tidak percaya pada demokrasi. Krisis alat-alat kekuasaan negara. Krisis cara berpikir dan cara meninjau. Krisis moral. Krisis gezah (kewibawaan otoritas).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel