MAKALAH TENTANG KARAKTERISTIK SEKOLAH YANG LAYAK DALAM PENDIDIKAN REMEDIAL

PENDAHULUAN


Keberhasilan penyelengaraan pendidikan dan pengajaran remedial adanya karakteristik tertentu dalam proses dan produk pendidikan dan pengajaran selama dan setelah berlangsungnya kegiatan interaksi edukatif antara siswa dan lingkungannya. Keberhasilan itu merupakan partisipasi guru dalam melaksanakan program pendidikan dan pengajaran remedial, sikap dan dampak instruksionalnya terhadap pembaruan pendidikan dan pengajaran, reputasi sekolah di bidang akademik dan ekstra kurikuler, pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa dalam pergaulan sosial di sekolah dan di luar sekolah. Karakteristik tersebut merupakan pertanda baik bagi tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran dan member ciri terhadap keberhasilan upaya peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran sekolah. Pada kenyataannya, karekteristik sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran tidak sama, namun semuanya dipersyaratkan bertumpu pada kurikulum standar.


PEMBAHASAN


A. PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA

Karakteristik sekolah dalam penyelengaraan pendidikan dan pengajaran remedial khususnya mencakup:

1. Berdasarkan kurikulum standar nasional, siswa menguasai pengetahuan minimal 75% artinya, siswa yang telah menguasai pengetahuan di atas 75% dibolehkan untuk melanjutkan studinya pada program selanjutnya. Bagi mereka yang belum menguasai pengetahuan itu dengan baik maka mereka harus mengulangi bagian-bagian pengetahuan tertentu yang belum dikuasainya. Menurut kurikulum baru (1984, 1985 dan 1994) penguasaan pengetahuan itu mencakup pula penguasaan sikap dan keterampilan secara merata, selaras dan terpadu. Aarti nya dalam proses belajar mengajar, pengembangan pengetahuan tidak terlepas dari pengembangan sikap, dan keterampilan siswa.

2. Kehadiaran siswa mengikuti pelajaran di kelas tidak lebih rendah dari 90% pada setiap harinya. Ketentuan ini dimaksudkan unutk menjaga keutuhan bakat dan stamina intelektual siswa dalam mengikuti pelajaran baru dikelas paling tidak dapat menguasai bahan lama untuk kepentingan mempelajari bahan baru. Jika diketahui siswa tidak hadir dikelas melebihi 10% maka sekolah harus mencari sebab-sebabnya apakah karena faktor kesehatan, sosiologis, ekonomis, budaya, psikologis atau faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar. Jika permasalahannya menyangkut kesulitan mempelajari bahan pelajaran karena disebabkan oleh faktor tertentu dalam kehidupannya maka guru melanjutkan usahanya ke dalam penyelengaraan pendidikan dan pengajaran remedial. Dengan diketahuinya siswa tidak hadir di kelas melebihi 10% maka kecenderungan penguasaan pengetahuan sikap dan keterampilan itu tidak merata dan tidak seimbang sehingga penguasaan tiga ranah tingkah laku itu tidak sempurna.

3. Berdasarkan kurikulum yang berlaku,persyaratan kenaikan kelas pada akhir tahun ajaran, jika 85% dari jumlah siswa dalam satu kelas telah menguasai bahan pelajaran dengan tuntas, sehingga  pada akhirnya kohort kemajuan bealajar yang diperlihatkan oleh besarnya kenaikan tingkat itu minimal 95%. ketentuan ini dimaksudkan untuk mempertahankan kualitas lulusan dan arus kenaikan tingkat dari kelas satu ke kelas berikutnya secara merata sehingga tidak terjadi pengelembungan kelas pada akhir tahun ajaran. Jika terjadi penggelembungan kelas pada akhir tahun ajaran maka hal itu merupakan indicator adanya kelemahan dalam penyelenngaraan pendidikan dan pengajaran yang perlu ditangani secara serius dan penuh tanggung jawab. Karakteristik sekolah yang baik jika arus kenaikan tingkat berbentuk tabung lurus dan bukan dalam bentuk piramida terbalik.

4. Berdasarkan kurikulum yang berlaku sekolah harus dapat melakukan strategi pembelajaran yang bermakna dengan mengunakan berbagai pendekatan yang relevan, dapat menerapkan prinsip belajar aktif (CBSA), keterpaduan, keserasian dan kesepadanan antara teori dan praktik serta dapat mengikuti urutan-urutan belajar keterampilan proses. Tujuannya antara lain agar siswa lebih mudah memahami konsep jika disajikan dalam bentuk konkret dalam situasi dan kondisi yang dihadapi. Penerapan prinsip belajar dan mengajar dalm situasi pengajaran dapat membantu upaya siswa meraih pengetahuan sikap dan keterampilan secara merata dalam tiga hal ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Pengertian belajar menurut pandangan ini adalah proses perubahan tingkah laku yang aktifitasnya tidak hanya terbatas pada kegiatan mendengar, mencatat dan menghafal saja akan tetapi juga berbuat, bekerja dan mampu mengikuti urutan-urutan belajar keterampialn proses. Conny Semiawan dalam bukunya berjudul pendekatan keterampilan proses mengemukakan langkah-langkah belajar keterampilan proses sebagai berikut.

a. Observasi dan pengamatan

Kemampuan mengobservasi dan mengamati pada hakikatnya tumbuh sejak kecil. Kegiatan belajar keterampilan proses diawali oleh kegiatan mengobservasi dan mengamati benda sekelilingnya, diantaranya:
  1. Perhitungan, semakin tinggi tingkat sekolah anak semakin sulit soal-soal menghitung yang dapat ditugaskan kepadanya.
  2. Pengukuran, semakin tinggi tingkat sekolah anak semakin rumit tugas-tugas pengukuran yang dapat diberikan kepadanya.
  3. Klasifikasi, mengolong-golongkan barang dalam jenis, tujuan dan kepentingannya.
  4. Hubungan ruang dan waktu,mengenal bentuk-bentuk kelerang, persegi, kubus dan silinder.

 

b. Pembuatan hipotesis

Hipotesis adalah perkiraan yang beralasan atau jawaban sementara unutuk menerangkan kejadian atau pengamatan tertentu.

 

c. Perencanaan penelitian/eksperimen

Penelitian perlu direncanakan sematang mungkin, mencakup tujuan, permasalahn yang dihadapi, pembuatan hipotesis, alat pengumpulan data, pelaksanaan survey, pengelolahan data hasil survey penarikan kesimpulan dan laporan hasil penelitian.

 

d. Pengendalian variable

Variable eksperimen dikendalikan langsung oleh  variabel kontrol dan siswa akan menyaksikan langsung tentang pembuktian kebenaran hipotesis yang dibuatnya.

 

e. Mengintepretasikan data

Data hasil penelitian/eksperimen dibuat menurut prosedur tertentu dalam penelitian.

 

f. Menarik kesimpulan hasil penelitian

Kesimpulan sederhana yang dibuat siswa bersifat sementara, bukan kesimpulan akhir.

 

g. Peramalan

Karakteristik sekolah yang baik dapat dilihat dari bagaimana seorang guru mampu melatih siswanya meramalkan jejadian-kejadian tertentu dalam kehidupannya berdasarkan pengetahuan, pengalama atau informasi yang telah dikumpulkan, ini berguna untuk memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi siswa

 

h. Penerapan (aplikasi)

Siswa diharapkan dapat menguasai konsep, prinsip atau dalil-dalil tertentu dalam ilmu pengetahuan, konsep dan dalil yang diterima siswa mampu ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dirumah maupun disekolah

 

i. Komunikasi

Siswa ditugaskan menyampaikan hasil yang diperolehnya kepada orang tua dan masyarakat sekitar, melalui pajangan-pajangan tertentu disekolah.


5. Karakteristik sekolah yang baik ditandai dengan tidak pernah adanya perkelahian antakelas atau antarsekolah, semua siswa dibekali dengan rasa tanggung jawab, bersikap toleran hormat terhadap guru, orang tua, dan lingkungannya.

6. Jumlah siswa yang lambat menerima pelajaran dan yang berprestasi rendah dalam satu kelas sedikit, artinya jumlahnya tidak melebihi dari 2%, atau bahkan tidak ada.


B. PERAN APARAT SEKOLAH, ORANG TUA, DAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENDIDIKAN REMEDIAL

Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran remedial itu merupakan tanggung jawab bersama antara kepala sekolah, guru dan orang tua siswa.
Hal-hal yang harus diperhatiakn kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran remedial antara lain:
  1. Kepala sekolah harus menguasai sepenuhnya program pendidikan dan pengajaran remedial di sekolah.
  2. Kepala sekolah menyediakan sumber belajar yang lengkap dan dapat digunakan setiap waktu sesuai dengan kebutuhan.
  3. Kepala sekolah memiliki jalinan kerja sama yang baik dengan orang tua siswa, untuk mengembangkan pendidikan dan masa depan siswanya
  4. Kepala sekolah mendirikandan mengembangkan lembaga pusat bimbingan dan penyuluhan untuk menangani kesulitan siswa dalam memperoleh ilmu pendidikan.
  5. Kepala sekolah bisa mengangkat seorang yang dianggap mampu untuk membantu guru bidang studi untuk mengajarkan pendidikan remedial.
Karakteristik dari sekolah yang baik bukan hanya dilihat dari upaya pihak sekolah yang bersungguh-sungguh dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran remedial, juga oleh adanya respon orang tua siswa yang positif, respon positif dari orang tua tersebut diantaranya adalah:
  1. Menerima dengan baik kunjungan sekolah dirumah (home visit).
  2. Bersikap tanggap terhadap pembicaraan yang menyangkut anak-anakny dan tidak bersikap emosional.
  3. Senang menghadiri undangan sekolah untuk membicarakan kasus putra-putranya.
  4. Dapat memberikan informasi yang baik selengkap mungkin tentang kelemahan-kelemahan putranya dalam pembelajaran.
  5. Mampu membantu memprediksi dan memberi latihan sepenuhnya terhadap kasus yang dihadapinya.

 

C. PARTISIPASI, SIKAP GURU, DAN DAMPAK INTRUKSIONAL TERHADAP PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

Guru yang progresif dan inovatif bersikap tanggap terhadap gagasan pembaharuan pendidikan dan pengajaran di sekolah, ia menempatkan diri sebagai agen perubahan yang tangguh dan melibatkannya dalam setiap usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.

Dalam kaitannya dengan ini, karekteristik sekolah yang baik ditandai oleh respons positif gurunya terhadap gagasan pembaharuan pendidikan dan pengajaran di sekolah, serta memberi dampak positif terhadap pelaksanaan pendidikan remedial. Ia memiliki rasa tanggung jawab penuh dalam mencari sebab-sebab kesulitan belajar siswa, memprediksi cara-cara penyembuhannya dan sekaligus mengajarnya bagian-bagian tertentu pengetahuan yang belum dikuasainya sehingga nanti guru dapat menempatkan kembali siswa itu ke dalam kelas yang sejajar dengan teman sebaya lainnya.

Karekteristik sekolah yang baik ditandai oleh keadaan gurunya antara lain:
  1. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan mengidentifikasi siswa lamban belajar dan berprestasi rendah.
  2. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan melokalisasi kesulitan belajar siswa lamban belajar dan berprestasi rendah.
  3. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan mengelola tes untuk menentukan besarnya kesulitan belajar.
  4. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan memilih dan menggunakan bahan-bahan praktis.
  5. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan mengembangkan program pendidikan dan pengajaran terpadu yang berfungsi membantu siswa lamban belajar dan berprestasi rendah agar mereka bisa ditempatkan kembali pada kelas biasa.
  6. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan menciptakan lingkungan yang efektif.
  7. Telah menguasai pengetahuan keterampilan mengembangkan kelas aktraktif untuk kepentingan pembelajaran.
  8. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan mengelola lingkungan yang efektif.
  9. Telah menguasai pengetahuan keterampilan berkomunikasi yang menyenangkan orang tua di rumah.
  10. Telah menguasai pengetahuan dan keterampilan meramalkan cara-cara menyembuhkan kesulitan belajar siswa.

Dengan sekian jumlah pengetahuan dan keterampilan yang dikuasainya maka dampak intruksionalnya adalah kemampuan menggunakan bermacam-macam teknik instruksional yang tepat dan sanggup membuka jalan yang cocok bagi tercapainya tujuan pengajaran. Guru sanggup mengidentifikasi sebab-sebab kesulitan belajar siswa dan memprediksi cara-cara penyembuhannya serta melaksanakan praktek pengajaran remedial. Sebagai akibat lainnya guru sedang berkomunikasi akrab dengan siswa lamban belajar dan demikian sebaiknya siswa merasa bebas berkonsultasi dengan gurunya.

Dengan demikian, karekteristik sekolah yang baik ditandai oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru bidang studi tentang pendidikan dan pengajaran remedial di atas. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan itu akan berdampak positif terhadap proses hasil pendidikan dan pengajaran yang didambakan masyarakat, bangsa dan negara.

 

D. REPUTASI SEKOLAH

Karekteristik sekolah yang baik ditandai pula oleh adanya reputasi sekolah di bidang akademik dan kegiatan kemasyarakatan, seperti mampu menjalin hubungan kerja sama yang terencana antara sekolah dan orang tua, hasil prestasi akademik yang tinggi, perolehan medali emas di bidang olah raga dan kesenian, dapat mengikuti dengan sukses kegiatan cerdas cermat yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan tertentu. Efek reputasi itu menumbuhkan kepuasan berbagai pihak, kepala sekolah, guru, orang tua, para pemerhati pendidikan, dan konsumen para pemakai lulusan sekolah yang bersangkutan.

PENUTUP 


A. Simpulan

Faktor guru menjadi sasaran pokok dalam upaya peningkatan kualitas mutu penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran remedial di sekolah di samping sarana. Sehubungan dengan itu, karakteristik sekolah yang baik ditandai dengan tidak pernah adanya perkelahian antarkelas atau antarsekolah, semua siswa dibekali dengan rasa tanggung jawab, bersikap toleran hormat terhadap guru, orang tua, dan lingkungannya.

Dengan demikian, berdasarkan uraian di atas mengenai Karekteristik Sekolah yang Layak dalam Pendidikan Remedial dapat disimpulkan bahwa semua karekteristik sekolah di atas merupakan indikator positif bagi tercapainya tujuan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya dapat dicapai dengan baik. Selanjutnya, garis besarnya adalah karekteristik sekolah yang baik ditandai oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru bidang studi tentang pendidikan dan pengajaran remedial. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan itu akan berdampak positif terhadap proses hasil pendidikan dan pengajaran yang didambakan masyarakat, bangsa dan negara. Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran remedial di sekolah apakah segala persyaratan yang dikemukakan di atas itu telah dapat dipenuhi sekolah atau belum.


DAFTAR PUSTAKA

Wijaya, Cece. 2010. Pendidikan Remedial. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel